8-903-500-09-99
Добро пожаловать!
Дорогие родители наших дошколят! Мы рады приветствовать Вас на официальном сайте Детского сада «Лотос»! Детский сад – это удивительный дом детства, в котором царит любовь, забота и уважение, в котором маленький человечек чувствует себя защищено и комфортно, в котором каждому малышу по-настоящему рады. Мы постараемся проникнуть в каждое детское сердце, поселить в нем радость, любовь и доброту. Мы всегда рады Вам и Вашим малышам!
Добро пожаловать в детский сад «ЛОТОС»!
Директор НОЧУ Детский сад «Лотос».
 
 
Cerita Thresome Mama

Cerita Thresome Mama

Ivan namaku berpostur tinggi dengan berat yang ideal serta penampilan dan wajah keren sekiranya kata teman-temanku, ketika ini saya berusia 24 tahun, kelahiran Bandung. Terus jelas saya termasuk lelaki yang mempunyai libido seks tinggi dan butuh variasi yang bermacam-macam-variasi dalam menjalankan relasi seks. Ketika ini saya sudah berprofesi dan mempunyai posisi yang cukup baik. Serta telah memiliki seorang istri yang indah dan berkulit putih mulus dengan postur tubuh yang menarik serta senantiasa merangsang nafsuku.

Cerita yang akan kutampilkan ini merupakan pengalamanku sebagian waktu lalu. Saat itu saya mendapatkan undangan dari seorang sahabat lamaku yang bernama Jay. Jay adalah temanku semasa kuliah dahulu di kota Surabaya. Sejak lulus dari kuliah kami tidak pernah bertemu, tetapi komunikasi via telepon konsisten berjalan lancar. Saat ini ia juga telah menikah, dan saya belum mengenal istrinya. Ia juga saat ini telah berkerja di salah satu perusahaan besar di Surabaya, padahal saya berkerja di Jakarta hingga sekarang.

Pada dikala menghubungiku, Jay mengatakan bahwa dia akan berada di Jakarta selama satu pekan lamanya dan tinggal sementara di sebuah apartemen yang sudah disediakan oleh perusahaannya. Ia juga datang bersama istrinya dan dikala ini mereka juga belum mempunyai buah hati seperti saya dan istriku, maklum kami kan masing-masing baru menikah dan masih konsentrasi ke karir kami, baik istriku maupun istri Jay cuma ibu rumah tangga saja, sebab kami pikir keadaan itu lebih aman untuk mempertahankan sebuah rumah tangga, karena dunia kerja pergaulannya berdasarkan kami tidaklah aman bagi istri-istri kami.

Malam itu sampailah kami di kamar apartemen yang dihuni oleh Jay dan istrinya.
"Hai… Jay gimana kabar kau, telah lama yach kita nggak ketemu, kenalkan ini istriku Lusi," kataku.
"Hai Van, nggak ngira gua apabila bakalan bisa ketemu lagi sama kau, hai Lusi… apa isu, ini Sari istriku, Sari ini Ivan dan Lusi…" kata Jay balik menyajikan istrinya dan mengajak kami masuk.
Kemudian kami ngobrol bersama sambil merasakan makanan yang sudah disiapkan oleh Jay dan Sari. Kulihat Lusi dan Sari cepat akrab walaupun mereka baru ketemu, semacam itu juga dengan saya dan Jay.

Ketika Sari dan Lusi asyik ngobrol macam-variasi, Jay menarikku ke arah balkon yang ada dan seketika menarik tanganku sambil membawa minuman kami masing-masing.
"Eh.. Van gua punya inspirasi, gampang-mudahan aja elo sepakat… sebab ini pasti layak dengan kenakalan kita dahulu… gimana…" kata Jay.
"Mengenai apa…" kataku.
"Melainkan elo jangan murka ya… kalau nggak setuju…" kata Jay lagi.
"Oke gua janji…" kataku.
"Ini… gua tau kita kan masing-masing punya libido seks yang tinggi, gimana jikalau kita coba bermain seks bersama malam ini, dengan bermacam-macam tipe tentunya, elo boleh gunakan istri gua dan gua juga boleh pake istri kau, gimana…" ucap Jay.
"Ah.. edan kamu…" kataku spontan.

Namun aku terdiam sebentar dan berpikir sambil memandangi Lusi dan Sari yang sedang asyik ngobrol. Kulihat Sari sangat cantik tak keok cantiknya dengan Lusi, dan saya yakin bahwa sebagai laki-laki saya amat tertarik untuk merasakan tubuh seorang wanita seperti Lusi ataupun Sari yang tak kalah dengan ratu-ratu kecantikan Indonesia.

"Gimana Van… kan kita akan sama-sama menikmatinya, tidak ada untung rugilah…" kata Jay meminta keputusanku lagi.
"Namun gimana caranya… mereka pasti naik pitam… apabila kita beritahu…" aku balik bertanya.
"Hening aja, gua punya caranya bila elo setuju…" kata Jay lagi.
"Gua punya Pil perangsang… lalu kita masukkan ke minuman istriku dan istrimu.. tentunya dengan dosis yang lebih banyak, agar mereka pesat terangsang, dan kita mulai bereaksi."
"Oke… gua sependapat.." kataku.
Dan kami malahan mulai mengerjakan agenda kami tersebut.

Jay mengambil gelas lagi dan memasukkan beberapa butir pil perangsang ke dalam dua buah gelas yang telah diisi soft drink yang akan kami berikan terhadap Lusi dan Sari. "Aduh.. asyik sungguh-sungguh… apa sich yang diobrolin.. nich.. minumnya kita tambah…" kata Jay sembari memberikan gelas yang satu ke Sari, meskipun saya memberikan yang satu lagi ke Lusi, karena kebetulan minuman milik mereka yang sebelumnya menonjol telah habis. Kemudian Lusi dan Sari lantas menenggak minuman yang kami berikan sebagian kali. Aku duduk di samping Lusi dan Jay duduk di dekat Sari, kami malah ikutan ngobrol bersama mereka. Beberapa waktu kemudian, baik saya maupun Jay mulai memandang Lusi dan Sari mulai sedikit berkeringat dan gelisah sambil merubah posisi duduk dan kaki mereka, mungkin obat perangsang tersebut mulai bereaksi, pikirku.

Kemudian Jay berinisiatif mulai memeluk Sari istrinya dari samping, semacam itu juga aku, dengan sedikit meniupkan desah nafasku ke tengkuk Lusi istriku.
"Sar… aku sayang kamu…" kata Jay.
Kulihat tangannya mulai meraba paha Sari, istrinya.
"Eh Jay… apaan.. sich kamu… kan malu… akh.. ah…" kudengar suara Sari halus.
"Nggak pa-pa.. ah… ah… kau sayangku… ah…" desah Jay meneruskan serangannya ke Sari.
Memandang situasi itu, Lusi agak bingung… melainkan saya tahu sekiranya ia pun mulai terangsang dan tidak kuasa menahan gejolak nafsunya.
"Lus… aku cinta kamu.. ukh… ulp… ah…"
Aku bahkan mulai memeluk Lusi istriku dan seketika mencium bibirnya dengan enak, dan kurasa Lusi pun menikmatinya. Saya pun mulai memeluk tubuh istriku dari depan, dan tanganku pun mulai menyentuh komponen pahanya sama seperti yang dikerjakan oleh Jay.
"Lus… akh… ak… kau… betul-betul cantik sayang…" kataku.
"Akh.. Van… ah… ah…" desah istriku panjang, sebab tanganku mulai meraba komponen depan alat kelaminnya, dan mengelus dan mengusapnya dengan jari tangan kananku, sesudah secara khusus dulu menyibakkan CD-nya secara perlahan.

Kulihat Jay sudah membuka pakaiannya dan mulai perlahan membuka kancing pakaian Sari istrinya, yang nampak sudah pasrah dan benar-benar terstimulus. "Ah.. Jay… ah… ah… ah…" desah Sari kudengar. Dan Jay sudah berhasil membuka segala pakaian Sari, dan kulihat alangkah mulusnya kulit Sari yang saat ini hanya tinggal CD-nya saja, dan itu malahan sudah berhasil ditarik oleh Jay. Tinggallah tubuh bugil Sari di atas sofa yang kami gunakan bersama itu dengan kelakuan Jay pada dirinya. Kulihat Jay pun telah membuka seluruh bajunya dan kini tanpa sehelai benang bahkan yang menutupi tubuh Sari maupun Jay yang saat ini saling rangkul dan cium di sampingku dan istriku. "Ah… ulp… ulp… ulp.. ah.. sst.. sst…" kulihat Sari menjilat dan menghisap alat kelamin Jay yang putih kemerahan dengan nikmatnya. "ukh…ukh..ohh….ukh…" erang Jay menikmati permainan Sari.

Saya malahan kini sudah berhasil membuka segala baju Lusi istriku, kulanjutkan dengan meremas buah dadanya yang kenyal itu dan kulanjutkan dengan mengisap kedua puting susunya perlahan dan berulang-ulang. "Ah… ah… ah… Van… terus… ah.. ah.." desah Lusi keenakan. Tangan Lusi malah mulai membuka celanaku dengan tergesa-gesa karena cuma celanaku yang belum kubuka dan kelihatannya Lusi telah mulai tak sabaran. "Akh… akh… ukh… oh…" ketika celana dan CD-ku terbuka dan jatuh ke bawah, Lusi segera membatasi kemaluanku dan menjilatinya seperti apa yang dilaksanakan oleh Sari.

Aku kemudian langsung membatasi permainan dengan mengambil posisi jongkok dan membuka lebar kedua kaki istriku dan mulai menjilati klitorisnya dan seluruh bagian luar alat kelaminnya,
"Aah… oh.. terus.. terus Van… sedap… akh… akh…" desah Lusi.
"Ulp.. ulp.. sst… sst… ah… uhm.. uhm… uhm…"
Saya terus menjilati klitoris istriku dan kulihat bibir genitalia dan klitorisnya merekah merah menstimulasi serta nampak basah oleh jilatanku dan air kenikmatan milikya yang tentunya terus mengalir dari dalam alat vitalnya.
"Ah… terus.. ah… ah… terus Van.. nikmat… akh… akh… ukh…" rintih Lusi.
Yang membuka lebar kedua kakinya serta meremas buah dadanya sendiri dengan penuh kenikmatan.

Perlahan kulihat Jay menggendong Sari istrinya dan membaringkannya sejajar di sebelah istriku di sofa panjang yang kami pakai bersama ini, kemudian Jay mulai memasukkan kedua jari tangannya ke lubang genitalia milik Sari dan mengocoknya pelan serta menariknya keluar masuk.
"Akh… Jay… ahk… kamu.. gila Jay… akh.. terus… terus Jay… ahh…" rintih Sari terdengar.
"Ukh… ah… ulp… akh… akh… akh.. oh… oh… oh…"
Bunyi dan desahan dari istriku dan Sari secara bersamaan dan penuh kenikmatan. Perlahan tangan kananku mulai ikut menyentuh alat vital Sari yang berada di sebelah istriku. Dan saya bahkan ikutan memasukkan kedua buah jariku ke genitalia Sari tersebut. Dan Jay malah membiarkan seluruh itu kulakukan, kemudian sambil terus mengocok lubang alat kelamin Sari, tangan kiri Jay bahkan mulai turut menyentuh genitalia istriku yang dikala ini tanpa rambut, sebab habis kucukur kemarin, permainan ini terus berlanjut baik Sari ataupun istriku membuka dan menutup matanya merasakan permainan yang saya dan Jay lakukan.

Perlahan aku mulai menyentuh buah dada sari dengan tangan kananku dan meremasnya pelan, kurasakan buah dada milik Sari lebih kenyal dibanding milik istriku, tapi buah dada istriku lebih besar dan menantang untuk dihisap dan dipermainkan. Kemudian saya mulai berdiri dan menasihati kemaluanku yang berukuran panjang 16 cm serta diameter 4 cm itu ke arah mulut istriku, dan tangan kananku terus meremas buah dada milik Sari. Istriku dan Sari malah membiarkan semuanya ini terus berlanjut. Dan kulihat Jay konsisten memasukkan dan mengocok kedua lubang genitalia yang di depannya dengan kedua buah tangannya dengan sekali-kali meremas buah dada milik istriku maupun Sari, istrinya.

Kemudian Jay mulai berdiri dan menuntun kemaluannya ke lubang alat kelamin Sari yang telah benar-benar basah, "Ah… Jay… terus… masukkan… terus Jay semuanya…" kata Sari.
Memperhatikan itu aku bahkan mulai memberi bimbingan batang kemaluanku ke lubang genitalia istriku.
"Akh… ukh.. ah… oh… ah… oh…" erang istriku keenakan.
Dikala ini baik posisiku dan jay maupun Lusi dan Sari berada pada posisi yang sama. Saya dan Jay terus menarik turunkan alat kelamin kami di lubang genitalia milik Sari dan Lusi. Seperti juga dengan Sari dan Lusi membuka lebar kakinya dan memeluk pinggangku maupun Jay seolah-olah mereka takut kehilangan kami berdua.

Selang sebagian saat kemudian Jay menghentikan kegiatannya dan memintaku mundur, kemudian memasukkan batang alat kelaminnya yang berukuran panjang 17 cm melainkan diameternya mungkin 3 cm dan tampak begitu panjang dari punyaku hanya punyaku lebih besar dan keras dibanding genitalia Jay yang terus menuju ke lubang alat kelamin milik istriku. Kulihat istriku cukup terkejut namun hanya pasrah dan terus merasakan alat vital milik Jay yang mulai mengocok lubang miliknya tersebut. Saya malah mulai juga menuntun kemaluanku ke lubang kemaluan milik Sari, perlahan kurasakan lubang kemaluan Sari masih cukup sempit serta menjepit batang kemaluanku yang kutekan perlahan.
"Akh… akh… Sar… memekmu demikian itu padat.. dan nikmat… akh…" kataku.
"Terus… Van.. Terus.. punyamu seperti itu besar… terus Van… enak… akh…" rintih Sari.
"Van.. terus… beri aku kenikmatan.. akh… akh… terus Van… enak… lebih dalam Van… akh.."
"Lus… punyamu demikian itu enak… benar-benar… rapat dan menjepit kontolku.. akh…" desah Jay terhadap istriku.
"Ehm… ehm… ukh… ukh… lebih dalam Jay… lebih dalam… teruskan Jay… teruskan… kontolmu… benar-benar panjang… akh.. dan menyentuh… dinding.. rahimku.. akh… akh… sedap… Jay.." desah istriku lirih.

Kemudian saya terus meremas dan menjilat puting susu milik Sari dan sekali-kali kugigit pelan putingnya dan Sari terus menikmatinya, sementara kemaluanku terus naik-turun mengocok lubang alat kelamin Sari yang terasa padat dan kenyal serta semakin basah tersebut. Terasa batang kemaluanku serasa masuk ke lubang yang sungguh-sungguh sempit dan padat ditumbuhi daging-daging yang berdenyut-denyut menjepit dan mengurut batang kemaluanku yang kian keras dan menantang lubang genitalia Sari yang kubuat berair sekali, dan Sari malah terus menikmati dan mengangkat pinggulnya serta menggoyangkannya ketika mendapatkan hujaman batang kemaluanku yang dikala masuk hanya menyisakan dua buah biji kemaluan yang menggantung dan terlempar di luar kemaluan Sari tersebut.
If you have any sort of inquiries pertaining to where and ways to utilize bokep korea, you could call us at our own webpage. "Akh… Sar… enak.. sekali.. punyamu… akh.. akh.." desahku.
"Oh Van… aku sungguh-sungguh… suka… milikmu ini… Van yang besar dan keras ini… akh… ogh… ogh… terus Van… ah…"

Kulihat Jay membalikkan tubuh istriku dan memasukan alat kelaminnya yang panjang putih kemerahan tersebut dari belakang,
"Akh… akh… akh… Jay… terus.. lebih dalam Jay… akh.. sedap… Jay…" rintih istriku, yang kulihat buah dadanya menggantung bergoyang meniru dorongan dari alat kelamin Jay yang terus keluar masuk, dan kemudian tangan Jay meremas buah dada tersebut serta menariknya.
"Akh… Jay.. akh… ogh… ogh… ahh…" jerit nikmat istriku menikmati permainan Jay dari belakang tersebut.
"Ogh.. Lus… buah dadamu demikian itu besar… dan… sedap… ukh… ehm… ehmmm…" sahut Jay penuh kenikmatan.

Sari mencoba merubah gaya dalam permainan kami, saat ini dia sudah berada di atas tubuhku yang duduk dengan kaki yang lurus ke depan, walaupun Sari memasukkan dan menekan genitalianya dari atas ke arah kemaluanku.
"Blees…"
"Aakh… nikmat… akh… Van punyamu demikian itu besar… akhg…" desah sari yang terus menaik-turunkan tubuhnya dan kadang-kadang menekan dan memutar pinggulnya menikmati kemaluanku yang terasa sedap dan ngilu melainkan sedap.
"Oh… Sar.. terus… ah… ah…" desahku.
"Oh Van… oh.. oh… oh… Van… saya hampir keluar Van… aogh… ogh…" jerit Sari.
"Okh.. Van… okh… aku ke… luar… okh.. okh…" tubuh Sari mengejang bagaikan kuda dan kurasakan kemaluanku bahkan bergetar mengimbangi orgasme yang dicapai Sari.
"Oh… ukh… okh.. Sar saya juga keluar.. okh… okh…"
Kami bahkan berpelukan dan mengejang bergetar bersama serasa berada di awan, merasakan dikala klimaks kami tersebut selama sebagian saat sampai kemudian kami berdua merasa lemas, dan konsisten berpelukan dengan posisi Sari di atas, seolah kami amat takut kehilangan satu sama lain sambil memandangi permainan Jay dan istriku di sebelah kami.

Kulihat Lusi istriku sungguh-sungguh merasakan permainan ini dengan posisi bagaikan ****** atau kuda yang sedang kawin, buah dada istriku yang besar bergoyang-goyang ke depan-belakang dengan cepatnya, sekujur tubuh Jay maupun istriku berkilap dikarenakan peluh yang mengalir pelan sebab permainan seks mereka ini, kulit Jay yang putih mulus karena dia berdarah Manado ini tampak bersinar seperti itu juga istriku begitu menikmati panjangnya alat kelamin Jay. Tangan istriku meremas sandaran sofa dan berteriak lirih, "Ah… ah… ah… uh… uh… uh.. Jay tekan terus Jay dengan keras… ah.. ah.." kulihat satu tangan istriku memutar dan memelintir puting susunya sendiri serta sekali-kali meremas keras buah dadanya tersebut seolah takut kehilangan kenikmatan permainan mereka tersebut.

Saya kemudian mensupport kepalanya dan beberapa tubuhku dan berbaring di bawah buah dada istriku, kemudian berinisiatif untuk turut meremas buah dadanya dan mengisap puting susunya, "Akh… Van… akh… sedap.. ogh… ogh… ogh… terus Van…" rintih istriku, terasa olehku kemudian Sari menjilati dan menghisap batang kemaluanku yang mulai mengeras kembali.
"Ogh… ogh… ogh… Van… ogh… ogh… Jay… kontolmu betul-betul panjang dan membuatku amat… puas Jay… akh… terus… akh…" kata Lusi.
"Ulp.. ulp… ulp.. ulp… ulp.." jilatan Sari di kemaluanku yang mengeras.
"Okh… Jay… saya.. hampir.. ke.. ke.. luar… Jay… terus" desah istriku.
Kuremas dan kupelintir dengan keras puting susu dan buah dada istriku, dan kulihat Jay juga mengejang.
"Akh… akh.. akh… akh.. Lus.. saya juga keluar… akh… akh…" jerit Jay kuat, kemudian tubuhnya mengejang dan bergetar hebat.
"Ogh… ogh… ogh… ogh…" istriku bahkan mengejang dan meremas sandaran sofa dengan kuat. Beberapa dikala. Aku malahan kembali merasakan kenikmatan mengalir di batang kemaluanku dan… "Akh… akh… akh… akh…" kemaluanku malahan memuncratkan spermaku kembali, sebagian ke wajah Sari dan beberapa lagi meloncat sampai ke tubuh istriku dan saya malah kembali mengejang kenikmatan dan kulihat Sari terus menjilati kemaluanku yang besar tersebut dan membersihkannya dengan lidahnya.

Kemudian kami terbaring dan tertidur bersama di sofa tersebut hingga pagi harinya, dalam kondisi tanpa sehelai benang malahan menutupi tubuhku, istriku, Jay dan Sari istrinya. Permainan ini kembali kami ulangi pagi harinya. Dan kembali kami ulangi bersama dalam sebagian hari sampai saatnya Jay dan Sari mesti pulang ke Surabaya, ini segala merupakan awal dari permainan seks bersama kami yang sampai kini seringkali kami lakukan kembali kalau saya dan istriku ke Surabaya, maupun mereka ke Jakarta. Malah kadang-kadang-kadang Sari sendiri ke Jakarta bermain seks bertiga denganku dan istriku, ataupun aku atau istriku yang ke Surabaya bermain seks bertiga atau bersama dengan salah satu dari Jay atau Sari.